Sabtu, 07 Juni 2008

TNI Mengawasi dan Mengintai Kegiatan Gereja Baptis di Papua Barat
Oleh: Putra.Tatiratu

Tanah Papua 29 Mei 2008
Pada tanggal 18 April 2008 anggota Intelejen Indonesia datang ke MAF Wamena mengecek keberangkatan pemimpin gereja Baptis ke Kuyawagi dalam rangka kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan pemutaran Film Sejarah Gereja Baptis Papua.

Pada tanggal 26 April 2008, empat Anggota TNI dari Batalyon 756 Wamena yang bertugas di kampung Tiom bertanya kepada pemimpin gereja Baptis ; (1) darimana bapak-bapak? (2) Tujuan apa? (3) Siapa yang menyuruh untuk memutar film Sejarah gereja Baptis Papua?

Pada tanggal 30 April 2008, tiga anggota TNI dari Batalyon 756 Wamena yang bertugas di kampung Pirime bertanya kepada pemimpin gereja dengan pertanyaan yang sama, yaitu: (1) darimana bapak-bapak? (2) Tujuan apa? (3) Siapa yang menyuruh memutar film Sejarah Gereja Baptis Papua?


Pada tanggal 15 Mei 2008:

Ø Anggota TNI yang bertugas di Pos Kampung Yikonime, Distrik Yikonikme, Perbatasan kabupaten Puncak Jaya dan Kabupeten Tolikara datang ke Distrik Kanggime dan berkata kepada para pemimpin gereja bahwa “mereka sedang mencari sapi”. Ini berarti “mereka menamakan orang asli Papua di Kanggime sebagai sapi”. Karena, di Kanggime tidak pelihara kambing, yang ada di sana adalah hanya babi-babi.

Ø Anggota Kopassus yang bertugas di Distrik Ilu bertanya kepada para pemimpin gereja bahwa (1) bapak-bapak darimana? (2) tujuan apa datang ke Puncak Jaya? (3) bapak-bapak bekerja sebagai apa?

Ø Anggota TNI juga bertugas di kampung Tingginambut, Kampung Guragi, dan gunung Irinmuli. Pos-Pos TNI yang berada dikampung-kampung bahkan berdekatan.

Pada tanggal 18 Mei 2008 di bMulia ibu kota Puncak Jaya, anggota TNI datang mengambil foto atau mengambil gambar pemimpin-pemimpin gereja dan dalam penjagaan yang ketat anggota TNI bertanya kepada para pemimpin gereja sebagai berikut:

(a) Darimana bapak-bapak datang?

(b) Mengapa ibadah gereja dalam jumlah orang yang sangat banyak?

(c) Mengapa Film Sejarah Gereja ini diputar?

(d) Tujuan apa Film sejarah gereja ini diputar?


Dalam laporan ini terlihat gambaran bahwa bagaimana Pemerintah Indonesia dan TNI menekan kebebasan beragama, berkumpul dan berbicara di Papua Barat oleh pemimpin-pemimpin gereja. Para pemimpin gereja diawasi dan diintai dengan berbagai cara dan pendekatan.

Tidak ada kebebasan, rasa ketakutan telah diciptakan oleh Pemerintah dan TNI di Papua Barat. Situasi semakin suram dan sangat memprihatinkan masa depan gereja dan orang asli Papua di Papua Barat.

Anggota TNI mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat tidak masuk akal. Karena Gereja menyadari bahwa Gereja sudah ada sejak 5 Februari 1855 sebelum Pemerintah Indonesia mencaplok dan menduduki dan menjajah Papua sejak 1 Mei 1963.

Lebih tidak manusiawi lagi ialah anggota TNI menamanakan orang asli Papua sebagai seekor sapi. Anggota sebenarnya sedang mencari orang asli Papua yang dicurigai sebagai anggota OPM, tetapi mereka katakana bahwa mereka sedang mencari sapi.

----------------------------------------------------

Latar Belakang singkat para pemimpin gereja:

Departemen Penginjilan Persekutuan Gereja-geraja Baptis Papua melakukan pelayanan pastotal kepada seluruh anggota Gereja Baptis di pegunungan dan juga pemutaran film sejarah Gereja Baptis Papua dari sejak 28 Oktober 1956. Kegiatan pelayana pastoral dan pemutaran film ini dilaksanakan sejak tanggal 18 April sampai 19 Mei 2008.

Dalam perjalanan ini, para pemimpin gereja Baptis ini dimonitor dan dintanya oleh anggota TNI dan Kopassus.
____________________________________________
Pelapor adalah: Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua